Tips Sukses Berjualan Dengan Metode Dropship

saya pernah menjual dengan cara dropship ini. sudah sejak saya kuliah malah. tapi sejujurnya saya pribadi lebih senang berwirausaha dengan cara konvensional.

lalu apakah dropship ini tidak layak?

apakah dropship tidak direkomendasikan untuk dilakukan?

NOPE !

tidak ada yang salah dengan berjualan menggunakan metode dropship. justru kesalahan yang datang biasanya adalah dari penjualnya dibandingkan metodenya.

DROPSHIP ADALAH METODE PENJUALAN DIMANA PENJUAL TIDAK PERLU MELAKUKAN STOK BARANG YANG DIJUAL. METODE INI MEMPERSILAHKAN PEMASOK BARANG UNTUK LANGSUNG MENGIRIM BARANG YANG DIJUAL PENJUAL KEPADA PEMBELI AKHIR. - pojokwirausaha.com-

Foto oleh RODNAE Productions dari Pexels

sebelum saya masuk pada topik mengenai tips sukses berjualan dengan metode dropship, mohonlah kiranya untuk memberikan saya waktu untuk lebih dulu menjelaskan beberapa kesalahan yang saya lakukan dan kemudian saya sadari belakangan setelah saya tidak lagi menjalankan metode ini dulu.

1. saya tidak membeli sampel produk dan melihat kualitasnya terlebih dahulu.
satu hal yang harus kita lakukan di awal adalah melihat dan mencoba dulu produk yang dijual karena kedepannya kita akan langsung memberikan ijin pemasok untuk mengirimkan produk kepada pembeli kita. saya hanya fokus pada marjin keuntungan saja sehingga lupa bahwa kepuasan pembeli itu sebenarnya jauh lebih penting.

2. saya hanya fokus pada pemasaran dan penjualan.
saya yakin semua setuju bahwa berjualan dengan metode dropship ini yang paling penting adalah kualitas gambar produknya. makanya tidak heran kalau pembeli biasanya akan terkesan kecewa atau tidak terkagum - kagum dengan barang asli yang dikirimkan.

3. saya tenggelam perlahan karena pasar saya tidak berkembang, serta tidak mendapatkan repeat order.
lama - lama lapak saya semakin sepi karena tidak ada pembeli yang memberikan review bagus mengenai barang yang saya jual dan sudah mereka terima. akhirnya saya pun menutup usaha dropship saya dan kembali berjualan dengan metode konvensional dimana saya akan melakukan stok barang jualan saya.

dengan pengalaman yang saya dapatkan, saya sebenarnya kapok. yah mau bagaimana lagi, sepuluh tahun lalu Website Dropship belum banyak seperti saat ini. 

dulu metode dropship benar - benar dijalankan dengan resiko yang harus siap untuk ditanggung oleh penjual. sebut saja produk cacat, pengiriman hilang atau tidak terdeteksi, pemasok pakai ilmu menghilangkan diri dengan sejuta alasannya. fiuh....

TAPI TUNGGU DULU . . .

saat ini keberadaan Website Dropship sudah sangat melimpah dan sudah terverifikasi dengan jelas secara stok barang, kualitas barang, terlebih lagi adalah keamanan pembayarannya.

saya sempat tertarik kepada salah satu marketplace yang memiliki pilihan menu kirim sebagai dropshipper sebagai opsi saat kita melakukan order. begitu mudahnya berjualan dengan metode dropship saat ini.

tapi kalau dianalisa lagi, menjadi dropshipper dari marketplace semacam itu tidak selalu berjalan baik. bayangkanlah saat pemasok, penjual, dan pembeli berada di satu kolom yang sama.

rasanya canggung sekali bagi saya, apalagi ketika saya tau bahwa produk yang dijual adalah produk impor yang semakin besar kemungkinan perbedaan gambar produk dengan produk aslinya. saya pribadi sih lebih senang berjualan produk lokal langsung dari pemasok atau bahkan produsennya.

Produk Dropship tidaklah buruk selama penjual mampu memastikan kualitas produk yang dijualnya. penjual juga harus memastikan bahwa pemasok benar - benar berkomitmen menjalankan metode dropship ini dalam jangka panjang.

pasar memiliki aturan tidak tertulis yang biasanya lebih dikenal dengan istilah etika bisnis. salah satu etika yang harus dijalankan adalah pemasok harus menjalankan tugasnya dengan jujur. misal, saat mengirim barang ke pembeli, pemasok harus menyertakan identitas penjual sebagai pengirim. jangan ada celah yang menyebabkan pembeli sadar bahwa barang itu dikirimkan oleh pemasok. JANGAN !

SAAT SEMUA KOMPONEN DALAM PASAR PERDAGANGAN MENJALANKAN FUNGSINYA DENGAN PENUH DAN JUJUR, MAKA IKLIM PASAR YANG KONDUSIF DAN SALING MENGUNTUNGKAN AKAN TERCIPTA DAN BERKEMBANG DALAM WAKTU YANG TIDAK DIBATASI. -pojokwirausaha.com-

sampai disini saya harap kalian yang membaca tulisan ini akan paham dengan tujuan saya menyampaikan kesalahan dalam berjualan dengan metode dropship.

begitu juga dengan penyampaian ngalor ngidul saya terkait etika dalam berbisnis dan pasar yang kondusif.

Foto oleh Tiger Lily dari Pexels

ingatlah selalu memang disini saya hanya mengatakan tiga istilah, PEMASOK - PENJUAL - PEMBELI. tapi ya itu kan cuma istilah, aslinya di lapangan untuk pemasok kalau dihitung mungkin bisa berjumlah puluhan, sementara penjualnya bisa sampai ribuan, terlebih untuk pembeli yang bisa berjumlah tanpa batas. 

akhirnya saya akan sampai pada pemenuhan janji saya yang saya sampaikan di judul tulisan ini. Tips Sukses Berjualan Dengan Metode Dropship.

tips ini sifatnya subjektif. bisa kelebihan atau bisa juga kurang. bisa salah atau bisa juga benar 100% tergantung pada siapa yang membaca. saya pribadi berharap tips ini akan bisa menjadi trigger bagi teman - teman yang masih ragu memulai bisnis tanpa modal dengan metode dropship.

jadi kita mulai saja ya...

---------------------------------------------
TEMUKAN PEMASOK TERBAIK
---------------------------------------------

di dunia online saya yakin sekali tidaklah sulit untuk menemukan Website Dropship terbaik dan terpercaya yang siap menjadi pemasok kita dalam menjalankan usaha dengan metode dropship. yang paling utama adalah komitmen bersama. dengan adanya komitmen, pemasok akan selalu berupaya untuk mendukung usaha kita.

-------------------------------------------
JADILAH PEMBELI PERTAMA
-------------------------------------------

ya, benar sekali. pastikan kita untuk selalu lebih dulu membeli barang di pemasok kita dengan menggunakan identitas lain sebagai pembeli. disini kita akan mengetahui kualitas pengemasan, durasi pengiriman, dan yang paling penting adalah kualitas barangnya itu sendiri.

menjual barang yang kita pahami 5W1H nya akan jauh lebih mudah daripada hanya menjadi penjual gambar saja yang kita sama sekali tidak tau apa - apa tentang produknya, terlebih lagi kualitas pemasok kita.

--------------------------------------------------------
NET PROFIT MARGIN SEBAGAI KUNCI
--------------------------------------------------------

jadikan laba bersih sebagai kunci. kunci untuk bertahan hidup, kemudian mengembangkan usaha kita. janganlah kita hanya fokus pada produk dan pelayanan, tapi lupa bahwa usaha kita tidak menguntungkan. laba bersih yang kita dapatkan ternyata sangat kecil, bahkan terkadang malah nombok, misal kalau ada retur.

saat ini ada banyak aplikasi pembukuan usaha yang mudah diunduh dan digunakan untuk pencatatan keuangan usaha kita. jadi keluarkanlah sedikit effort untuk mempelajari pembukuan usaha tersebut demi memastikan bahwa usaha dropship kita memang benar mendatangkan keuntungan.

-----------------------------------------------
TERAPKAN KOMUNIKASI AKTIF
-----------------------------------------------

dalam berwirausaha dengan metode dropship, selalu komunikasikan keluhan dan saran kita pada pemasok. jika kemasan masih terlalu tipis sehingga mudah penyok, sampaikan kepada pemasok agar mengganti yang lebih tebal. perihal dilakukan atau tidak, itu urusan nanti.

komunikasi juga harus kita lakukan secara aktif kepada pembeli.pastikan pembeli tau semua informasi sebelum mereka sempat bertanya. jadikan komunikasi aktif sebagai standar operasi prosedur kita dalam berwirausaha.

saat barang sudah diterima dan pembeli mengajukan komplain, berikan solusi terbaik. jika pembeli puas, jangan lupa untuk menanyakan kabar atau menawarkan produk lain yang mungkin dibutuhkan. harapannya adalah terciptanya repeat order dari pembeli yang lalu.

pada akhirnya bisnis adalah tentang sebuah proses. kadang seorang wirausahawan akan langsung menemukan settingan atau jalan yang benar untuk naik dan sukses. namun faktanya lebih banyak wirausahawan diluar sana yang harus jatuh bangun terlebih dahulu untuk sampai di titik terbaiknya meraup laba.

bisnis juga adalah tentang melayani. pelayanan ini dimulai dari bagaimana wirausahawan melayani dirinya sendiri agar bisa tersusun pola kerjanya, agar bisa tersusun time schedulle nya, agar bisa tercapai keseimbangannya dalam berwirausaha dan berkehidupan sosial diluar usaha seperti waktu bersama keluarga, waktu berkumpul dengan teman - teman, dan waktu untuk berlibur.

jika kita sudah mapan dalam melayani diri kita sendiri kita berwirausaha, barulah kita bisa fokus untuk melayani pemasok dan pembeli kita dengan caranya masing - masing. pembeli adalah raja, sementara kita penjual adalah ratu yang siap melayani sang raja. 

Foto oleh Kampus Production dari Pexels
dalam menjalankan bisnis berjualan dengan metode dropship, sebenarnya kita sudah menghilangkan satu resiko terbesar, yaitu produk yang tidak laku. kita tidak lagi perlu untuk menyimpan produk di gudang. tidak ada lagi resiko modal kita mengendap atau malah hangus karena produk yang kita simpan punya masa kadaluwarsa.

setidaknya yakinkan diri sendiri bahwa kita mampu. ukur diri kita dalam memulai berjualan dengan metode dropship dan kemudian, LAKUKAN!

MULAI BISNIS DROPSHIPMU SEKARANG JUGA !

saya Bobby, pamit !!!




Tidak ada komentar:

berikan komentar anda dengan bijak. untuk memasang link anda kami sarankan menggunakan Name/URL demi kenyamanan kita bersama. salam wirausaha.

Diberdayakan oleh Blogger.