Cara Memilih Susu Formula Terbaik Untuk Anak

Sebagai orang tua, saya akhirnya memahami bahwa Air Susu Ibu (ASI) tidak selalu mampu mencukupi kebutuhan susu anak. Akhirnya istri saya menyerah setelah berkejaran stok ASI dengan kebutuhan minum susu anak tersayang. Menemukan susu formula itu bukanlah soal harga dan kandungan saja, tapi juga kecocokan sama anak.

Image by StockSnap from Pixabay 

Terkadang merk susu A cocok untuk anak kita, tapi bisa menyebabkan diare untuk anak tetangga kita. Terkadang merk susu B cocok untuk anak tetangga kita, tapi malah anak kita tidak doyan sama susu itu. Bukan berarti susu yang mahal itu bagus dan susu yang murah tidak bagus ya karena balik lagi pada pertimbangan atas kandungan susu formula dan rumus cocoklogi susu ke si anak.

Faktanya seringkali kita mematok susu formula yang baik itu adalah yang susu  formula yang dulu kita minum saat kita kecil atau susu formula yang paling banyak iklannya di media. Akhirnya meskipun ada implikasi tidak baik ke anak, kita sebagai orang tua cenderung memaksakan anak untuk meminum susu formula pilihan kita, jangan !!!

Menurut saya pribadi ada beberapa tips dalam cara memilih susu formula terbaik untuk anak, yaitu :

1. Pertimbangan harga
Harga susu formula itu sangat beragam mulai dari usia new born sampai usia lima tahun, bahkan lebih. Kalau menelisik soal harga, biasanya susu formula untuk usia yang lebih tua akan lebih murah harganya. 

Ini contoh susu yang pernah diminum anak saya, susu usia 6 - 12 bulan harganya 19.000 / 100 gram. Kemudian saat upgrade dan susunya berubah jadi susu usia 1 - 3 tahun harganya jadi 14.000 / 100 gram. Saya tidak melanjutkan anak saya untuk minum susu karena beberapa alasan.

Tapi kalaupun dilanjut, saya cek untuk susu tahap berikutnya adalah susu tahap pra-sekolah usia 4 - 6 tahun yang harganya lebih terjangkau lagi, 13.000 / 100 gram. Jadi semakin bertambah usia anak, harga susu cenderung akan turun, tapi jangan lupa, kebutuhan susu anak malah bertambah kan. Akhirnya secara pengeluaran akan tetap naik. 😀

2. Analisa kandungan formula
Memeriksa kandungan formula dan manfaatnya dulu saya lakukan dengan melihat kotak susu secara langsung. Karena tidak semua merk susu ada di satu minimarket, saya mulai menganalisa kandungan formula ini lewat online

Kandungan yang umumnya ada seperti Prebiotik, Probiotik, Omega 3, Omega 6, DHA, dan berbagai macam vitamin. Semua kandungan itu biasanya akan berhubungan dengan perkembangan otak anak kita karena memang nutrisi di susu formula itu kebanyakan adalah untuk otak dan juga fungsi pencernaan.

Saya pribadi ada hal yang saya perhatikan, yaitu kandungan glukosa atau sukrosa alias gula. Saya sangat concern dengan kandungan gula ini karena saya tidak mau anak saya obesitas dan giginya rusak karena kebanyakan gula dalam susu formula yang diminumnya.

3. Perhatikan rantai distribusi
Rantai distribusi juga penting karena susu formula yang baik sekalipun akan menyulitkan kita kalau susah ditemukan disekitar kita. Kalau kita ke minimarket biasanya kita akan menemukan beberapa merk yang sering sekali kita temukan.

Poin ini ada benarnya, tapi jujur saja susu formula yang diminum anak saya saat tulisan ini dibuat sebenarnya justru tidak bisa ditemukan di toko offline. Bukan karena ini susu impor yang harganya cukup mahal, tapi memang sepertinya lingkungan tinggal saya di Kabupaten Bekasi bukanlah target pasar susu ini.

Nah kalai sudah kepincut sama susu formula yang sulit ditemui kayak yang terjadi ke saya, jalan keluarnya adalah dengan mencari official store di online marketplace. Saya pribadi biasanya beli susu untuk stok sebulan kedepan, misal sekali beli saya bisa langsung beli sepuluh kotak berukuran 900 gr. 


4. Gunakan rumus cocoklogi
Seperti saya tulis diatas bahwa tidak semua anak cocok dengan semua susu. Gejalanya biasanya bisa diare, pup berwarna hitam dan keras, muntah, anak tidak doyan, hingga yang terparah alergi (biasanya alergi susu sapi).

Kalau baru pertama mencari susu formula, biasakan membeli ukuran terkecil dulu untuk dicoba ke anak. Kalau dirasa anak doyan dan tidak ada gejala sakit pada anak, barulah mulai membeli yang ukuran lebih besar.

Akhirnya setelah empat poin diatas terpenuhi, saatnya bekerja keras untuk terus membeli susu formula karena dilihat dari sisi kandungan susu formula tidak akan lebih baik dari ASI. Begitu juga dengan sisi ekonomis, susu formula tidak gratis seperti ASI. Jadi ayo semangat cari duit buat beli susu formula. 😂

Saya Bobby, Pamit !

Tidak ada komentar:

berikan komentar anda dengan bijak. untuk memasang link anda kami sarankan menggunakan Name/URL demi kenyamanan kita bersama. salam wirausaha.

Diberdayakan oleh Blogger.